Buku Ini memuat cerita-cerita rakyat Jepang klasik, yang paling sering dituturkan secara lisan sampai zaman sekarang. Di antaranyalegenda Urashimma, nelayan yang diundang ke Istana Laut, dan kisah Monogusa Taro, pemuda malam yang ternyata menyimpan bakat luar biasa.
Novel ini dimulai dengan kisah tiga pemuda berandal–ya, bisa dikatakan kelas ikan teri–bernama Kohei, Shota, dan Atsuya yang hendak lari dari kejaran dan pencarian polisi, setelah mereka bertiga melakukan aksi perampokan saat malam hari. Disebabkan oleh adanya suatu batu sandungan, mereka pun memutuskan untuk istirahat sejenak pada sebuah toko k…
Cerita dimulai dengan tiga pemuda—Kohei, Shota, dan Atsuya—yang melarikan diri setelah melakukan pencurian. Mereka menemukan tempat persembunyian di sebuah toko kelontong tua yang telah lama ditinggalkan, milik seorang pria bernama Namiya. Toko tersebut dulunya menjadi tempat bagi orang-orang untuk meminta nasihat melalui surat. Meskipun toko it…